Saturday, January 16, 2016

Menilik Rumah dan Makam Laksamana Raja di Laut



ANDA tentu pernah menderngar lagu Laksamana Raja di Laut yang dipopulerkan oleh Iyet Bustami, penyanyi dangdut asal Riau. Datuk Laksamana Raja Di Laut telah melegenda sebagai seorang penguasa laut di Riau yang terkenal. Dan ternyata Laksamana Raja Di Laut itu, sosok yang benar-benar ada. Bahkan rumah dan makamnya bisa dijumpai di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau. 

Desa Sukajadi merupakan Desa Bukit Batu Darat bersebelahan dengan Desa Bukit Batu Laut. Mata pencarian masyarakatnya mayoritas di bidang pertanian dan perikanan. Berbeda dengan Desa Bukit Batu Laut yang berpenduduk hanya 80 kepala keluarga, nelayan adalah profesi yang banyak dilakoni oleh para laki-laki di desa tersebut. Dan kaum perempuan di Desa Bukit Batu Laut, sehari-hari melakukan aktivitas menenun kain untuk membantu perekonomian keluarga.





Datuk Laksamana merupakan gelar sekaligus titah dari Kerajaan Siak untuk menjaga pesisir pantai Selat Malaka. Datuk Encik Ibrahim disebut-sebut sebagai Datuk Laksamana Raja Di Laut I yang berkuasa pada tahun 1767 M-1807 M. Ada empat datuk yang memerintah di wilayah Bukit Batu, tiga penerusnya adalah Datuk Khamis, Datuk Abdullah Shaleh dan Datuk Ali Akbar. Mereka digelari Datuk Laksamana II sampai IV.



Berdasarkan beberapa literatur, disebutkan para pemegang gelar Datuk Laksamana adalah keturunan Bugis. Sepuhnya bernama Daeng Taugik, seorang bangsawan Bugis. Ia memiliki anak bernama Datuk Bandar Jamal yang menikah dengan keluarga Batina di Bengkalis. Anaknya yang bernama Encik Ibrahim inilah yang diangkat menjadi Datuk Laksamana dan berkuasa sejak tahun 1767 M-1807 M. Dialah Datuk Laksamana Raja Dilaut I, ada tiga laksamana lagi penerusnya. 

Menurut penjaga rumah peninggalan Datuk Laksamana Raja Di Laut, Sang Datuk penguasa laut memiliki kesaktian luar biasa. Segala bentuk kejahatan laut takluk padanya. Bahkan bila ia meletakan kaki di pinggir laut atau sungai, ikan-ikan akan datang menghampirinya. Itu pula yang dilakukannya bila ada perayaan besar di kampung. Dengan begitu, masyarakat sangat mudah menangkap ikan untuk dimasak pada perayaan-perayaan tertentu.

Rumah Datuk Laksamana Di Laut IV, Laksamana Ali Akbar terletak di Desa Sukajadi, sekitar 35 kilometer dari Kota Sungai Pakning, Bengkalis. Menuju ke sana harus menggunakan kendaraan pribadi atau carteran, karena tidak ada kendaraan khusus menuju situs bersejarah tersebut.









Rumah Sang Penguasa Lautan, Datuk Laksamana berbentuk panggung dengan material utama kayu alam. Arsitekturnya sangat khas Melayu Riau Pesisir. Beberapa material dan ornamen rumah tersebut bahkan masih asli.

Di dalam rumah itu, ada sejumlah foto-foto yang ditempel di dinding. Selain foto Datuk Ali Akbar berpakaian dinas kebesaran, juga ada foto-foto senjata pusaka dan keluarga besarnya.

Di depan rumah atau Istana Datuk Laksamana terpancang dua meriam yang menghadap ke jalan utama yang tak terlalu besar. Menurut penjaga rumah, meriam tersebut mengarah ke arah laut. Meriam peninggalan Datuk Laksamana itu terkenal sebagai penakluk dalam peperangaan laut di masanya. Tidak jelas, bagaimana kondisi meriam tersebut saat ini. Dari tampilan fisik, meriam masih terawat dengan baik.

 Tak banyak peninggalan alat perang di wilayah Bukit Batu. Namun, beberapa waktu lalu, masyarakat pernah menemukan senjata berhulu ledak tinggi di muara sungai di Bukit Batu.






Beberapa meter, tak jauh dari rumah Laksamana Raja di Laut terdapat dua makam Datuk penguasa laut. Yakni Laksamana III dan Laksamana IV. Kedua Makam tersebut terletak di belakang Masjid Jami’ Al Haq, masjid peningggalan para Laksamana yang kini bangunannya sudah dipercantik. 

Sebagai destinasi wisata sejarah, jalan menuju ke situs peninggalan kerajaan Siak tersebut belum representatif. Jalan menuju ke sana masih jalan kampung. Situs-situs yang ada juga tidak terawat dan dikelola dengan baik, padahal memiliki nilai sejarah yang besar. (wdu)

Foto-foto: Utami

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2015 balilla gallery